Tanah Rata Cameron Highland
Malaysia

Liburan ke Cameron Highland

Perjalananku ke Malaysia minggu lalu sangat dadakan, karena Christian harus kembali ke Jerman dan dia dapet pesawat super murah tanggal 12 September, jadi kami menghabiskan waktu di Malaysia selama 1 minggu. Kami gak sempat planning mau kemana selama disana, nginep dimana kami gak tau. Kami cuma mencari hotel untuk 2 malem di Kuala Lumpur. Selama di KL kami nginep di airbnb, di apartemen yang ada infinity poolnya dan pemandangannya kece banget, cuma 15Euro/malem dan karena ada referral credit di airbnbku jadi aku cuma bayar untuk 1 malem. Lumayan..

Kuala Lumpur at Night

Karena gak tau mau ngapain lagi di KL, jadi kami spontan menelusuri Malaysia dengan rute Cameron Highland-Ipoh-Penang. CH ini mengingatkanku sama Shimla di India. Sama2 terletak di dataran tinggi dan banyak bangunan2 ala Inggris.

Cara kesana

Kami lihat jadwal busnya dari easybook.com dan beli langsung di terminalnya, karena kami gak bisa bayar online :p Bus kami berangkat dari terminal bus Jalan Pekeliling, harganya MYR 22,40. Lebih murah daripada berangkat dari TBS (Terminal Bersepadu Selatan). Jaraknya sekitar 4 jam 30 menitan dari KL dan bus berhenti di Tanah Rata, Cameron Highland. Bus nya bagus dan ber AC dan juga berhenti sekali untuk toilet.

Nginep dimana

Di CH bisa nginep di Tanah Rata & di Brinchang. Kalau di Tanah Rata seperti “little India” soalnya banyak makanan Indianya dimana2 dan kalau aku perhatiin turis Eropanya banyak sekali disitu, kalau di Brinchang itu little China kali ya, soalnya banyakan restoran China & yang kebanyakan nginep di Brinchang itu orang lokal menurutku. Kedua area sama2 banyak penginapan dan toko2nya. Di Brinchang deket sama night market yang cuma ada kalo weekend/public/school holiday. Waktu aku kesana aku dateng waktu weekend+holiday jadi jalanan ke CH macet banget dan dapet hotel yang cocok di kantong super susah, tapi akhirnya aku dapet satu di Brinchang namanya hotel Double Stars.

Transport selama disana

Di CH gak ada grab. Dari terminal bis Tanah Rata ke Brinchang kami naik taxi ongkosnya MRY 15, soalnya udah malam waktu kami tiba. Tapi di pagi hari di Brinchang nya aku liat ada bus dengan rute Tanah Rata-Brinchang , keliatannya itu public bus deh. Terus sampai di sana kami booking tur yang ada di Tanah Rata (banyak tur kok) untuk keesokan harinya, kami ikutan half day tour (yg paling murah), harganya MYR 25/orang.Butterfly garden

Ngapain disana

Kami disana cuma ikutan half day tour itu dari jam 09:00-14:00, waktu itu jalanan macet cet. Turnya mencakup butterfly farm, rose garden, perkebunan teh BOH, kebun strawberry yang bisa petik2 sendiri dan toko madu. Di butterfly farm itu sesuai namanya banyak kupu2 yang terbang bebas di kebun dan selain itu juga ada hewan2 seperti kelinci, landak dll. Di rose garden kita hanya bisa melihat bunga, tapi gak boleh dipetik. Sedangkan di kebun strawberry, kita bisa petik sendiri dan mereka juga jual popsicle , selai, milkshake dan yang aku beli fresh juice seharga MYR 5. Highlight nya hari itu buat kami yaitu lihat kebun teh yang luasss banget. Untuk sampai kesana harus lewat jalan yang sempit sehingga takjarang kendaraan dari sisi yang berlawanan harus bergantian dengan bis yang kami tumpangi. Di kebun teh sendiri ada cafenya (antrinya bok), terus toko dan kita bisa melihat ke pabriknya tapi cuma di ground floor doang.

BOH tea plantations

Makan dimana

Di Brinchang banyak chinese food nya dan di Tanah Rata mostly indian food.

*Aku cuma tinggal di CH 2h1m karena mau nambah 1 malem lagi ga nemu penginapan huhu. Kalo ditanya bakal balek sana apa gak, mungkin gak kali ya, sekali aja cukup 🙂

Hv a nice day 🙂

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *