Cerita dari Salzburg

Salzburg

Pada waktu jaman masih awal kuliah tahun 2009, aku berkenalan dengan seorang cewek asal Salzburg Austria, Katharina, di sebuah website penpal. Sejak itu kami sering chatting lalu kami sering bertukar surat lewat pos. Kadang dia mengirim aku paket yang berisi coklat dan pernak pernik asal sana dan aku juga memberi dia barang khas Indonesia. Akhirnya setelah 1 tahun dia datang sendirian ke Indonesia dan nginep di rumahku serta kami pergi ke beberapa tempat di Indonesia, sebelum pulang kembali ke Salzburg dia mengundang aku pergi ke tempatnya. Tetapi karena kuliah dan gak ada duit akhirnya aku baru bisa bertemu lagi dengan Katharina di tempat asalnya tahun 2013.

Katharina & me

Waktu itu tepat satu minggu setelah aku datang ke Jerman, aku pergi ke tempatnya. Aku naik kereta München-Salzburg yang berjarak 2 jam dan sampai di sana siang hari. Sesampai disana dia sudah menungguku. Kami kemudian naik mobil pergi ke rumahnya untuk meletakkan barang-barang. Lalu setelah itu Katharina membonceng aku dengan vespanya keliling Salzburg. Sungguh menyenangkan keliling Salzburg, kota yang sangat cantik naik motor. Setelah melihat-lihat landscape, kami mencari parkiran di dekat Altstadt (Old Town) dan kemudian berjalan kaki keliling. Waktu kami kesana turis dari Asianya banyak sekali. Memang sih soalnya kota kelahiran Mozart ini sungguh menawan. Waktu itu kami ingin naik ke Castlenya tapi sudah kesorean. Jadi, kami pergi ke salah satu cafe dan dia mentraktirku makan es krim rasa “Mozart”. Btw, coklat khas Salzburg yang terkenal itu ialah “Mozartkugel“, yang isinya coklat, pistachio, marzipan dan nougat. Setelah itu kami pergi ke toko waffer Manner, sejak aku masih di Indonesia Katharina sering mengirim waffer ini dan sejak itu ini adalah waffer favoritku.  Habis itu, kami pulang ke rumah orang tuanya yang baru pulang kerja dan aku berkenalan dengan keluarganya serta pacarnya dan kami makan bersama. Mereka semua sangat ramah dan sangat baik.

Keesokan harinya kami pergi berjalan-jalan pagi di sekitar gereja Maria Plain. Lalu Katharina pergi mengantar aku berbelanja kebutuhan winter di Europark mall, karena aku gak ngerti apa aja yang mesti dibeli. Di salah satu toko, aku mencoba kupluk beruang yang lucu tapi aku urung beli karena lumayan mahal, eh malah Katharina membelikannya buatku, katanya hadiah. Aduhh baiknyaa. Setelah itu kami pergi lagi ke Altstadt dan mamanya juga disana mengajak kami pergi ke Konditorei dan membeli beberapa cake untuk dimakan bersama lalu kami pergi rumah kakek neneknya yang terletak agak di pinggiran dan makan bersama-sama. Sore harinya kami berjalan-jalan di sepanjang sungai sambil menikmati cantiknya Salzburg di malam hari. Aku sungguh bersyukur bisa berkenalan dengan mereka, bagiku mereka sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri.

Leave a Reply