India Gate di New Delhi
India

New Delhi dan Shimla

Dari stasiun Agra Cantontment kami naik kereta kelas sleeper jam 06:45 dan tiba di New Delhi jam 10:30. Stasiun New Delhi ini besar dan bersih, beda dengan di kota-kota sebelumnya yang saya kunjungi. Sesampai di New Delhi kami naik subway dan pergi ke Connaught Place, yang merupakan pusatnya kota Delhi. Disini ada bermacam-macam toko, restaurant, bar dan cafe, tempat hang outnya orang Delhi. Sayangnya di sepanjang jalan banyak sekali orang yang annoying, mulai dari beberapa orang yang memaksa untuk ikut mereka, terus pengemis yang minta-minta, padahal sudah kami beri tapi masih buntut juga, sampai remaja yang suka panggil-panggil “miss..miss”. Karena itu, jadinya kami hanya muter-muter sebentar kemudian makan siang di salah satu restaurant. Setelah itu kami naik riksha ke India Gate yang mirip Arc de Triomphe Paris. Selesai foto-foto disitu kami pergi ke terminal bis di Kashmiri Gate dan beli tiket ke Shimla, untungnya masih ada tiket untuk keberangkatan selanjutnya jam 18:00.

Bus Delhi ke Shimla
Bus HRTC no AC dari Delhi ke Shimla

Bus yang kami pilih waktu itu bus HRTC non AC dan harganya sekitar Rs 300an. Perjalanan ke Shimla makan waktu kurang lebih 10 jam dan bus berhenti beberapa kali di rumah makan. Semakin mendekati Shimla cuacanya semakin dingin, karena Shimla terletak 2276 mdpl.

Sesampai di Shimla kurang lebih jam 04:30 kami naik Taxi dan turun di area sebelum The Ridge dan dari situ kami jalan kaki mencari penginapan. Ternyata agak susah mencari penginapan yang terjangkau yang buka di jam segitu, kebanyakan resepsionisnya tidak buka. Setelah kurang lebih 4 hotel akhirnya kami menemukan yang buka dan sesuai dengan budget. Puas beristirahat, kami segera bersiap mengexplore Shimla yang juga disebut Queen of Hills.

Kami berjalan naik kurang lebih 15 menit untuk sampai ke The Ridge. The Ridge adalah lapangan terbuka yang luas dan disini terdapat bangunan pada masa kolonial Inggris, seperti town hall, Christ Church dan State Library Shimla yang letaknya sangat berdekatan. Selain itu juga terdapat beberapa patung tokoh terkenal, restaurant, dan banyak gerobak yang menjual kacang, gula kapas, chai, dsb. Saya suka sekali membeli Momo (seperti dumpling kecil-kecil) dengan saos warna hijau di salah satu gerobak disini. Pemandangan di sisi lain The Ridge adalah rumah-rumah di perbukitan yang cantik serta di kejauhan tampak pegunungan Himalaya. Saya suka sekali dengan suasana disini, benar-benar seperti suasana liburan. Saya hobi duduk-duduk di bangku, ngemil momo sambil melihat berbagai macam orang lalu lalang mulai dari anak sekolah yang masih seragaman, turis yang sibuk foto-foto sampai orang tua yang cuma berdiri tidak jelas.

Scandal Point and Town Hall Shimla
Atas: Pemandangan bukit Shimla Ki: Scandal Point Ka: Town Hall

Jika berjalan lurus mengikuti The Ridge maka akan sampai di persimpangan yang disebut Scandal Point dan jika mengikuti jalan turun ke bawah akan sampai di The Mall. Di sepanjang jalan The Mall merupakan toko, departemen store, cafe dan restaurant. The Ridge dan The Mall adalah pusatnya Shimla, hampir semua tempat yang harus dikunjungi di Shimla bisa diakses dari sini.

Hari kemerdekaan di Shimla
Persiapan sebelum upacara hari kemerdekaan India di The Ridge

Di hari kedua kami di Shimla, tanggal 15 Agustus bertepatan dengan hari kemerdekaan India, jadi di The Ridge diadakan upacara. Saya lupa mengapa waktu itu kami tidak melihat jalannya upacara tersebut.

Patung Dewa Hanuman
Patung Dewa Hanuman

Siang harinya kami pergi hiking ke kuil Jakhoo yang terletak di titik paling tinggi Shimla, sekitar 30 menit dari Christ Church. Nah begitu sampai disini kacamata teman saya dicuri sama monyet dan monyetnya langsung lari menghilang ke pepohonan. Untungnya ada orang dari kuil yang membantu dan entah bagaimana berhasil mendapatkan kacamata tersebut. Orang tersebut bilang bahwa monyet disini sering mencuri barang, jadi harus sangat berhati-hati. Disini terkenal dengan patung raksasa Hanuman yang tingginya melampaui patung Christ the Redemeer di Brazil.

Kami menghabiskan 3hari 2 malam di Shimla dan setiap hari kami selalu menghabiskan waktu di pusat kota entah untuk makan, ke salah satu objek wisata, window shopping, atau hanya sekadar duduk-duduk.

 

-Joana

You may also like...

2 Comments

  1. Wahhh bagus yah , kira-kira berapa yah budged yang di butuhkan kalau mau kesana ?

    1. Joana says:

      maap, aku udah lupa kak Yuli habis berapa dulu soalnya uda 6 taun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *